MINI
C:
/
SiakApp2.2
/
web
/
info_menu
/
CP
/
HTML
/
Upload File:
files >> C:/SiakApp2.2/web/info_menu/CP/HTML/CP_PENCATATAN KELAHIRAN DI INDONESIA.htm
<!DOCTYPE HTML PUBLIC "-//W3C//DTD HTML 4.01 Transitional//EN"> <html> <head> <title>Pencatatan Kelahiran Di Indonesia</title> <meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=iso-8859-1"> <link href="../../../../SIAK Apl.Pmuthrn.Data.Kpddk/s.css" rel="stylesheet" type="text/css"> <style type="text/css"> <!-- body,td,th { color: #FFFFFF; } --> </style> <link href="../../css_type.css" rel="stylesheet" type="text/css"> <style type="text/css"> <!-- .style1 { color: #FFFF00; font-weight: bold; } body { background-image: url(../../popup_bg.jpg); } --> </style> </head> <body leftmargin="0" topmargin="0" marginwidth="0" marginheight="0"> <table width="555" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0"> <tr> <td class="subtitle"><div align="center" class="style1"><br> PENCATATAN KELAHIRAN DI INDONESIA <br> <br> <br> </div></td> </tr> <tr> <td><div align="center"> <table width="100%" border="0" cellspacing="5" cellpadding="0"> <tr> <td><div align="center"> <p> </p> <p><strong>Pasal 51</strong></p> </div></td> </tr> <tr> <td><table width="100%" border="0" cellspacing="2" cellpadding="2"> <tr valign="top"> <td width="25"><div align="center">(1)</div></td> <td>Setiap peristiwa kelahiran dicatatkan pada Instansi Pelaksana di tempat terjadinya kelahiran.</td> </tr> <tr valign="top"> <td><div align="center">(2)</div></td> <td>Pencatatan peristiwa kelahiran sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilakukan dengan memperhatikan: <br> a. tempat domisili ibunya bagi penduduk Warga Negara Indonesia;<br> b. di luar tempat domisili ibunya bagi penduduk Warga Negara Indonesia;<br> c. tempat domisili ibunya bagi penduduk Orang Asing;<br> d. di luar tempat domisili ibunya bagi penduduk Orang Asing;<br> e. Orang Asing pemegang Izin Kunjungan; dan<br> f. anak yang tidak diketahui asal usulnya atau keberadaan orang tuanya</td> </tr> </table></td> </tr> </table> </div></td> </tr> <tr> <td><div align="center"> </div></td> </tr> <tr> <td><table width="100%" border="0" cellspacing="5" cellpadding="0"> <tr> <td><div align="center"> <p> </p> <p><strong>Pasal 52 </strong></p> </div></td> </tr> <tr> <td><table width="100%" border="0" cellspacing="2" cellpadding="2"> <tr valign="top"> <td width="25"><div align="center">(1)</div></td> <td>Pencatatan kelahiran penduduk Warga Negara Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (2) huruf a dan huruf b, dilakukan dengan memenuhi syarat berupa:<br> a. Surat kelahiran dari dokter/bidan/penolong kelahiran;<br> b. nama dan identitas saksi kelahiran;<br> c. KK orang tua;<br> d. KTP orang tua; dan<br> e. Kutipan Akta Nikah/Akta Perkawinan orang tua. </td> </tr> <tr valign="top"> <td><div align="center">(2)</div></td> <td>Dalam hal pelaporan kelahiran tidak disertai kutipan akta nikah/akta perkawinan orang tua sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e, pencatatan kelahiran tetap dilaksanakan. </tr> <tr valign="top"> <td><div align="center">(3)</div></td> <td>Pencatatan kelahiran Orang Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (2) huruf c, huruf d dan huruf e, dilakukan dengan memenuhi syarat berupa:<br> a. Surat kelahiran dari dokter/bidan/penolong kelahiran;<br> b. Kutipan Akta Nikah/Akta Perkawinan orang tua;<br> c. KK dan KTP orang tua bagi pemegang Izin Tinggal Tetap; <br> d. Surat Keterangan Tempat Tinggal orang tua bagi pemegang Izin Tinggal Terbatas; dan/atau<br> e. Paspor bagi pemegang Izin Kunjungan. </tr> <tr valign="top"> <td><div align="center">(4)</div></td> <td>Persyaratan pencatatan kelahiran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (2) huruf f, dengan melampirkan Berita Acara Pemeriksaan dari Kepolisian. </tr> </table></td> </tr> </table></td> </tr> <tr> <td><table width="100%" border="0" cellspacing="5" cellpadding="0"> <tr> <td><div align="center"> <p> </p> <p><strong>Pasal 53 </strong></p> </div></td> </tr> <tr> <td><table width="100%" border="0" cellspacing="2" cellpadding="2"> <tr valign="top"> <td width="25"><div align="center"></div></td> <td>Pencatatan kelahiran Penduduk Warga Negara Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (2) huruf a, dilakukan dengan tata cara:<br> a. Penduduk Warga Negara Indonesia mengisi Formulir Surat Keterangan Kelahiran dengan menunjukan persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (1) kepada Petugas Registrasi di kantor desa/kelurahan.<br> b. Formulir Surat Keterangan Kelahiran sebagaimana dimaksud pada huruf a ditandatangani oleh pemohon dan diketahui oleh Kepala Desa/Lurah.<br> c. Kepala Desa/Lurah berkewajiban meneruskan Formulir Surat Keterangan Kelahiran kepada UPTD Instansi Pelaksana untuk diterbitkan Kutipan Akta Kelahiran.<br> d. Dalam hal UPTD Instansi Pelaksana tidak ada, Kepala Desa/Lurah menyampaikan ke kecamatan untuk meneruskan Formulir Surat Keterangan Kelahiran kepada Instansi Pelaksana.<br> e. Pejabat Pencatatan Sipil pada Instansi Pelaksana/UPTD Instansi Pelaksana mencatat dalam Register Akta Kelahiran dan menerbitkan Kutipan Akta Kelahiran dan menyampaikan kepada Kepala Desa/Lurah atau kepada pemohon. </td> </tr> </table></td> </tr> <tr> <td><table width="100%" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0"> <tr> <td> <tr> <td><div align="center"> <p> </p> <p><strong>Pasal 54 </strong></p> </div></td> </tr> <tr> <td><table width="100%" border="0" cellspacing="2" cellpadding="2"> <tr valign="top"> <td width="25"><div align="center"></div></td> <td>Pencatatan kelahiran Penduduk Warga Negara Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (2) huruf b, dilakukan dengan tata cara:<br> a. Penduduk Warga Negara Indonesia mengisi Formulir Surat Keterangan Kelahiran dengan menyerahkan surat kelahiran dari dokter/bidan/penolong kelahiran dan menunjukkan KTP ibu atau bapaknya kepada Instansi Pelaksana.<br> b. Pejabat Pencatatan Sipil pada Instansi Pelaksana mencatat dalam Register Akta Kelahiran dan menerbitkan Kutipan Akta Kelahiran. </td> </tr> </table></td> </tr> <tr> <td><table width="100%" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0"> <tr> <td> <tr> <td><div align="center"> <p> </p> <p><strong>Pasal 55 </strong></p> </div></td> </tr> <tr> <td><table width="100%" border="0" cellspacing="2" cellpadding="2"> <tr valign="top"> <td width="25"><div align="center"></div></td> <td>Pencatatan kelahiran Penduduk Orang Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (2) huruf c dan huruf d, dilakukan dengan tata cara:<br> a. Penduduk Orang Asing mengisi Formulir Surat Keterangan Kelahiran dengan menyerahkan persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (3) kepada Instansi Pelaksana.<br> b. Pejabat Pencatatan Sipil pada Instansi Pelaksana mencatat dalam Register Akta Kelahiran dan menerbitkan Kutipan Akta Kelahiran.</td> </tr> </table></td> </tr> <tr> <td><table width="100%" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0"> <tr> <td> <tr> <td><div align="center"> <p> </p> <p><strong>Pasal 56 </strong></p> </div></td> </tr> <tr> <td><table width="100%" border="0" cellspacing="2" cellpadding="2"> <tr valign="top"> <td width="25"><div align="center"></div></td> <td>Pencatatan kelahiran Orang Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (2) huruf e, dilakukan dengan tata cara:<br> a. Orang Asing mengisi Formulir Surat Keterangan Kelahiran dengan menyerahkan persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (3) huruf a dan huruf e kepada Instansi Pelaksana.<br> b. Pejabat Pencatatan Sipil pada Instansi Pelaksana mencatat dalam Register Akta Kelahiran dan menerbitkan Kutipan Akta Kelahiran. </tr> </table></td> </tr> <tr> <td><table width="100%" border="0" cellspacing="2" cellpadding="0"> <tr> <td><table width="100%" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0"> <tr> <td> <tr> <td><div align="center"> <p> </p> <p><strong>Pasal 57 </strong></p> </div></td> </tr> <tr> <td><table width="100%" border="0" cellspacing="2" cellpadding="2"> <tr valign="top"> <td width="25"><div align="center">(1)</div></td> <td>Dalam hal terjadi peristiwa kelahiran Orang Asing yang tidak termasuk dalam lingkup kelahiran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (2) dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat diberikan surat keterangan tanda lahir oleh pejabat/petugas di tempat kelahiran. </tr> <tr valign="top"> <td width="25"><div align="center">(2)</div></td> <td>Pejabat/petugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), adalah Kepala/dokter/bidan pada klinik tempat kelahiran, atau Kepala Bandar Udara atau Pelabuhan, Nakhoda Kapal berbendera Indonesia, Pilot Pesawat Terbang Indonesia. </tr> </table></td> </tr> <tr> <td><table width="100%" border="0" cellspacing="2" cellpadding="0"> <tr> <td> <tr> <td><div align="center"> <p> </p> <p><strong>Pasal 58 </strong></p> </div></td> </tr> <tr> <td><table width="100%" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0"> <tr valign="top"> <td width="25"><div align="center"></div></td> <td>Pencatatan kelahiran anak yang tidak diketahui asal usulnya atau keberadaan orang tuanya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (2) huruf f, dilakukan dengan tata cara:<br> a. Pelapor/pemohon mengisi formulir surat keterangan kelahiran dengan menyertakan Berita Acara Pemeriksaan Kepolisian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (4) kepada Instansi Pelaksana.<br> b. Pejabat Pencatatan Sipil pada Instansi Pelaksana mencatat dalam Register Akta Kelahiran dan menerbitkan Kutipan Akta Kelahiran.</td> </tr> </table></td> </tr> <tr> <td> </td> </tr> </table> </table> </table> </table> </table> </table> </table> </table> </body> </html>
Copyright ©2021 || Defacer Indonesia